Apa Perbedaan Genset 3 Phase Dengan Genset Biasa?

Siapa yang pernah mendengar tentang genset 3 Phase terbaik ? Mungkin sebagian besar dari kalian kurang mengenal atau justru baru mengetahui tentang jenis genset ini.hal ini sangat wajar mengingat genset seperti itu jarang digunakan di kehidupan sehari-hari apalagi di perumahan biasa. Genset seperti ini umumnya digunakan untuk kepentingan acara-acara yang membutuhkan daya listrik yang cukup besar atau untuk memenuhi kebutuhan listrik beberapa rumah sekaligus.

Genset 3 Phase vs genset 1 phase

Di pasaran, genset atau generator memiliki berbagai jenis tergantung fungsi dan cara kerjanya. Untuk generator 3 Phase sendiri sebenarnya lebih dikenal dengan nama generator AC 3 Phase atau juga kadang dikenal dengan nama Alternator 3 Phase. Keduanya sama-sama berfungsi menghasilkan tenaga listrik alternatif yang berupa arus bolak-balik (AC).

Jika dilihat dari fungsinya, sebenarnya generator 3 Phase tidak ada bedanya dengan genset lain yang biasa kalian temui. Namun, yang membedakan keduanya adalah jumlah teanga yang dihasilkan.Jika genset biasa hanya bisa menghasilkan energi listrik dengan tegangan 220 volt maka genset tipe ini bisa menghasilkan tegangan listrik sebesar 380 volt.Sangat besar bukan?

Kalian mungkin bertanya-tanya.Apa yang menyebabkan tegangan yang dihasilkan oleh kedua jenis genset tersebut bisa berbeda? Nah, jika kalian tahu di dibandingkan dengan genset 1 Phase (genset biasa), genset 3 phase memiliki lebih banyak kabel keluaran. Jika tidak salah terdapat 4 buah kabel yaitu kabel phase 1(phase R), kabel phase 2 (phase S), kabel phase 3 (phase T) dan yang terakhir adalah kabel nol (Neutral).

Jika diteliti lebih jauh, baik genset biasa atau genset AC 3 Phase keduanya memiliki selisih tegangan 220 volt. Pada generator 3 Phase tegangan di kabel Neutral adalah 0 yang diperoleh dari hubungan kumparan lainnya maka lain halnya dengan genset biasa yang tegangan netralnya tidak bernilai 0. Tegangan Neutral akan berubah sesuai dengan perubahan tegangan di tiap kabel phase tapi tetap ada selisih 220 volt diantara kedua kabel tersebut.

Sementra itu, untuk generator AC 1 Phase atau generator listrik fase tunggal hanya mempunyai 2 kabel keluaran yaitu kabel phase dan kabel neutral saja.Selain itu, generator ini juga hanya dilengkapi dengan 1 buah kumparan atau beberapa kumparan yang terhubung secara seri.Tegangan yang dihasilkan oleh alat ini sebenarnya diukur dari titik keluaran Phase dan Neutral.

Baik generator 1 Phase maupun 3 Phase keduanya sama-sama memiliki nilai cos phi yang cukup baik.Nilai cos phi atau faktor daya sebenarnya adalah perbandingan antara besarnya daya aktif dengan daya semu yang dihasilkannya. Pada generator 1 Phase faktor daya yang dihasilkan adalah 1 yang berarti daya nyata yang dihasilkan sama besar dengan daya aktif yang dikeluarkan oleh alat tersebut. Sedangkan untuk 3 Phase, kebanyakan faktor daya yang dihasilkannya adalah 0,8 atau kurang dari 1 sehingga ada 3 jenis daya pada 3 Phase yaitu daya nyata (KVA), daya aktif (KW) dan yang terakhir adalah daya reaktif (Kvar)

Kelebihan generator 3 Phase

Mengingat tegangan yang dihasilkan oleh generator 3 Phase ini cukup besar maka generator ini dianggap lebih efisien jika digunakan untuk menerangi rumah dalam jumlah banyak. Hal ini tentu saja akan sangat membantu saat terjadi bencana alam sehingga menyebabkan adanya pemadaman listrik massal. Menurut sumber, genset 3 phase setidaknya bisa digunakan untuk menerangi 2 rumah sekaligus mengingat rata-rata tegangan listrik rumah tangga Indonesia adalah sebanyak 220 volt.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *